Berjuang.my.id – Kabar gembira datang dari Kementerian Agama (Kemenag)! Sekarang, pengawasan madrasah gak lagi manual, tapi udah dialihin ke ranah digital dengan diluncurkannya platform Madrasah Digital Supervision (Magis). Kerennya lagi, langkah ini diklaim bisa hemat anggaran sampai ratusan miliar rupiah tiap tahunnya! Wow!
“Potensi penghematannya bisa sampai Rp680 miliar per tahun,” kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, di Jakarta, Rabu, 19 Februari 2025. Mantap!
Apa Itu Magis? Pengganti Pengawas Manual yang Lebih Efisien
Aplikasi ini menggantikan sebagian tugas pengawas madrasah yang selama ini bertugas langsung ngawasin operasional satuan pendidikan. Jadi, gak perlu lagi banyak tatap muka yang ribet!
Platform Magis dirancang buat mempermudah proses pengawasan, sekaligus mendukung pendampingan madrasah secara lebih efektif dan efisien. Selama ini, pengawasan manual itu masih tergantung sama jadwal dan keterbatasan SDM pengawas. Nah, dengan Magis, proses ini jadi lebih sistematis berkat transformasi data digital.
Fitur Andalan Magis Pantau Madrasah dari Jauh Ambil Keputusan Cepat
Salah satu fitur andalan aplikasi ini adalah kemampuannya buat nyimpen foto terbaru gedung madrasah, serta titik koordinat lokasi. Ini yang bikin pemangku kebijakan gampang banget buat ngambil keputusan, kayak mutasi guru dan tenaga kependidikan.
“Dengan peran aplikasi, tatap muka antara pihak sekolah dan pengawas jadi minim. Pengawasan pun lebih sistemik,” ujar Amin. Jadi lebih efisien, ya!
Magis Bukan Cuma Buat Setor Data Tapi Juga Evaluasi dan Aspirasi
Gak cuma buat tempat setor data, Magis juga bisa dimanfaatin buat evaluasi pengelolaan madrasah, serta nyerap masukan dan gagasan sesuai kondisi di lapangan.
Aplikasi berbasis cloud computing ini punya fitur interaktif, yang bikin guru bisa konsultasi langsung sama pengawas kalau lagi ngadepin kendala dalam proses pembelajaran. Jadi, komunikasi tetap terjaga!
Penghematan Luar Biasa Anggaran Bisa Dipakai Buat yang Lain
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Thobib Al Asyhar, nyebutin kalau aplikasi ini menghilangkan kebutuhan biaya perjalanan dinas luar kota buat pengawas, biaya cetak dokumen, serta berbagai pengeluaran administratif lainnya. Wah, banyak juga ya yang bisa dihemat!
Kemenag sendiri membawahi 86.343 lembaga pendidikan. Rata-rata, kebutuhan laporan dan dokumentasi tiap unit mencapai Rp3 juta per tahun.
“Dari sini saja ada potensi penghematan lebih dari Rp259 miliar,” ungkap Thobib. Gede banget!
Tak hanya itu, biaya transportasi buat 4.680 pengawas yang selama ini mencapai Rp421 miliar per tahun juga bisa ditekan drastis dengan pengawasan digital.
“Dengan Magis, pengawasan madrasah bisa dilakukan secara digital dan potensi penghematannya luar biasa,” pungkasnya. Super sekali!